Medan. Peringatan Hari Pendidikan Nasional, Senin 2 Mei 2011 di Medan diwarnai demontrasi oleh Siswa SD Juara. Setelah melaksanakan upacara, siswa SD Juara Medan melakukan longmarch sejauh 1 km menuju lokasi aksi. Aksi damai ini dipusatkan di simpang lampu lalulintas sunggal.
Dalam aksi ini siswa SD Juara melakukan orasi secara bergantian menuntut pemerintah segera mengantisipasi bahaya game online bagi anak-anak. Pada kesempatan ini juga Kepala SD Juara Medan Sahidan S.Pd dalam orasi mengajak masyarakat untuk bersama-sama mengawasi anak-anak agar tidak menjadi korban game online.
“ Kami mengajak masyarakat untuk bersama mengawasi anak-anak dalam bermain game online. Bahayanya sangat nyata merusak kepribadian anak-anak kita, ini sangat serius dan butuh keseriusan semua pihak dan kami juga mendesak pemerintah untuk membuat aturan game online dan warnet yang lebih jelas, tegas dan melindungi masyarakat dari dampak negatifnya” tambah Sahidan.
“ Bapak-ibu semua, kami mohon selamatkan kami anak-anak Indonesia dari bahaya game online yang setiap hari meracuni pikiran kami dengan adegan-adegan yang tidak mendidik” ujar siswa kelas IV SD Juara Medan, Muhammad Abdul Aziz.
Aksi ini berhasil mencuri perhatian masyarakat serta media cetak dan elektronik baik lokal maupun nasional, masyarakat yang melintas memberikan dukungan dengan jempol-jempol mereka. Tak mau ketinggalan aparatur pemerintah dari dinas perhubungan dan kelurahan tiba-tiba datang membantu menjaga ketertiban lalu lintas.
Setelah puas menyampaikan tuntutannya siswa SD Juara kembali ke sekolah dan melanjutkan lomba-lomba permainan tradisional. Permainan tradisional yang dimainkan adalah engrang batok, patok lele (pakle) dan gerobak sodor. Siswa tampak antusias mengikutinya, bahkan semakin semangat karena aksinya diliput langsung media cetak dan TV Nasional.
Kontributor : Sahidan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar