Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa pernah ada seorang laki-laki datang kepada Rasulullah dan berkata, “Wahai Rasulullah, siapa orang yang paling berhak bagi aku untuk berlaku bajik kepadanya?” Nabi menjawab, “Ibumu”. Orang itu bertanya lagi, “Kemudian setelah dia siapa?” Nabi menjawab, “Ibumu”. Orang itu bertanya lagi, “Kemudian setelah dia siapa?” Nabi menjawab, “Ibumu”. Orang itu bertanya lagi, “Kemudian setelah dia siapa?” Nabi menjawab, “Ayahmu”. (HR. Bukhari - Kitab al-Adab no. 5971, juga Muslim - Kitab al-Birr wa ash-Shilah no. 2548)
Mengutip Hadits di atas senantiasa mengingatkan kembali setiap kita, tentang betapa mulianya kedudukan seorang ibu dalam perspektif Islam. Boleh jadi sebutannya berbeda-beda mulai dari mama, ibu, ummi, atau juga bunda. Tapi hakikatnya adalah sama, bahwa para perempuan inilah yang telah melakukan banyak pengorbanan bagi keluarganya.
