Tahun 2010 menjadi sebuah momen penting bagi Rumah Zakat, sebab saat itu lembaga yang berdiri sejak 1998 ini mengalami sebuah proses luar biasa bernama rebranding, yang menyentuh segala aspek mulai dari tampilan hingga budaya kerja yang memiliki cita-cita menuju World Class Sosio-Religious NGO. Hal tersebut terimplementasi dalam sejumlah program pemberdayaan di aspek pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan yang berada di bawah payung gerakan bernama Merangkai Senyum Indonesia.
Di tahun 2010, Rumah Zakat telah menyalurkan amanah dari para donatur kepada 607.350 penerima manfaat yang berada dari Aceh hingga Papua melalui program Senyum Sehat (bidang kesehatan), Senyum Juara (bidang pendidikan), dan Senyum Mandiri (bidang kesejahteraan) yang diimplementasikan secara terintegrasi di 121 wilayah Integrated Community Development (ICD).
“Sementara di Kota Medan Rumah Zakat telah menyalurkan amanah dari para donatur kepada 15.656 penerima manfaat melalui program Senyum Sehat, Senyum Juara dan Senyum Mandiri yang diimplimentasiakn secara terintegrasi di 4 wilayah Integrated Community Development (ICD),” Ujar Wahyudi Lubis Branch Manager Rumah Zakat Cabang Medan
Dalam penghimpunan dana Zakat, infaq dan Shodaqoh selama tahun 2010 Rumah Zakat Cabang Medan telah berhasil mennghimpun sebesar Rp. 5.131.259.018 ini semua atas kepercayaan berbagai pihak untuk membuat masyarakat yang membutuhkan lebih tersenyum dan dana zakat, infaq dan shodaqoh itu lebih optimal penyalurannya, Tambah Wahyudi.
Sebuah kebanggaan terangkai pula di akhir tahun 2010 kala Rumah Zakat memperoleh predikat pertama LAZ Nasional untuk kategori keterpercayaan, pelayanan, dan rekomendasi dari majalah SWA. Selain itu Indonesia Magnificence of Zakat memberikan penghargaan kepada Rumah Zakat untuk kategori Best Fund Raising Growth dan Best Empowerment in Education Program melalui Sekolah Juara.
Menuju Empowering Excellence 2011
Melalui pendekatan terintegrasi dalam wilayah ICD, Rumah Zakat menjalankan pemberdayaan masyarakat secara lebih fokus, terukur, dan berkesinambungan. ICD adalah proses pemberdayaan terintegrasi di wilayah dan waktu tertentu yang meliputi pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan infrastruktur menuju kemandirian individu dan komunitas yang dikelola oleh Rumah Zakat bersama stakeholder. Implementasi ICD dilakukan di wilayah setingkat kecamatan, dengan pendekatan pemetaan potensi wilayah dan pelaksanaan program di tingkat RW. Wilayah ICD tersebar di kawasan perkotaan maupun pedesaan, di regional-regional Rumah Zakat.
Senyum Sehat
Tujuan dari program Senyum Sehat adalah menyediakan berbagai pelayanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu yang tidak dapat mengakses kesehatan secara gratis. Adapun program yang digulirkan antara lain, Rumah Bersalin Gratiis (RBG), Layanan Bersalin Gratiis (LBG), Siaga Sehat, Siaga Gizi Balita, Program Khitanan, Armada Sehat Keluarga (AMARA), Ambulance Ringankan Duka (ARINA), dan Revitalisasi Posyandu.
Senyum Juara
Tujuan dari program Senyum Juara adalah untuk mengantarkan anak bangsa mendapatkan masa depan yang lebih baik dengan program-program pemberdayaan di bidang pendidikan. Program yang digulirkan adalah SD Juara, SMP Juara, Beasiswa Ceria SD-SMA, Beasiswa Mahasiswa, Beasiswa Juara SD-SMP, Lab Juara, Mobil Juara, Gizi Sang Juara, dan Kemah Juara.
Senyum Mandiri
Tujuan dari program Senyum Mandiri adalah menghadirkan senyuman keluarga dari mereka yang berhasil mendapatkan kemandirian. Adapun program yang digulirkan antara lain Kelompok Usaha Kecil Mandiri (KUKMI), Empowering Centre, Sarana Usaha Mandiri, Water Well, Pelatihan Skill dan Pemberdayaan Potensi Lokal, serta Sentra Pembibitan Domba dan Sapi Gaduh.
Indikator Kemandirian Individu
Tujuan dari gerakan Merangkai Senyum Indonesia adalah agar para mustahik yang menjadi warga binaan dapat menjadi individu-individu mandiri. Adapun indikator kemandirian individu antara lain:
Ekonomi
Fakir: Tidak berpenghasilan
Miskin: <$1,25 per jiwa per hari
Mandiri: >$1,25 per jiwa per hari – 15% di atas nisab zakat
Muzakki: >15% di atas nisab zakat
Pendidikan
Terpenuhinya pendidikan dasar, Mendapat vocational (non formal)training
Kesehatan
Implementasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di tatanan rumah tangga member
Indikator Kemandirian Komunitas
Selain individu, Rumah Zakat memiliki tujuan membentuk kemandirian komunitas. Adapun indikatornya antara lain:
Ekonomi
Munculnya lembaga keuangan dengan alternative baik lembaga formal (seperti: Lembaga Keuangan Syariah) atau lembaga informal (seperti: arisan).
Pendidikan
Meningkatnya tingkat partisipasi warga binaan dalam pembiayaan pendidikan dasar di komunitas, Munculnya aktivitas pengembangan potensi anak (formal maupun non formal)
Kesehatan
Munculnya dan/atau meningkatnya kuantitas dan kualitas aktivitas Usaha Kesehatan Berbasis Masyarakat (UKBM) yaitu Posyandu, Implementasi PHBS di tatanan rumah tangga warga binaan, Menurunnya Angka Kematian Ibu (AKI)/ Angka Kematian Bayi (AKB)/ Angka Kematian Balita (AKABA) warga binaan Aktivitas dan output program Posyandu di wilayah ICD.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar